Percaya atau Tahu ?
Apakah anda percaya atau tahu bahwa orang tua yang anda kenal sebagai orang tua anda, adalah sungguh-sungguh orang tua anda ? Saya yakin anda semua percaya saja bahwa orang tua anda yang sekarang adalah memang sungguh-sungguh orang tua kandung anda. Anda tak perlu repot mencari tahu, karena dengan tes DNA saja kemungkinannya baru 75%. Namun dalam hal ada anasir yang mengganggu kepercayaan anda, maka cara ini dapat dicoba, paling tidak anda 75% tahu, sisanya percaya.Tapi itu juga kalo tidak menyakiti hati ibunda anda.
Selama kurun hampir 33 tahun, saya percaya golongan darah saya O, karena itu yang dikatakan ibu saya. Saya nggak pernah mencari tahu, karena buat apa ? Toh, Oguuut jugaaaa manusia, punyaaaa darah punya hati. Hal yang sama terjadi juga pada istri saya. Dalam kurun waktu yang hampir sama, dia percaya bahwa goldarnya adalah O, karena itu yang dikatakan ibunya. Dan sama seperti saya, tampaknya dia nggak pernah ambil pusing mengenai hal itu.
Ketika anak-anak kami lahir, ternyata bergoldar A. Alih-alih saya meragukan apakah itu anak-anak saya atau bukan, justru saya malah meragukan bahwa istri saya bergoldar O.
Sampai suatu ketika anak saya diopname di sebuah RS yang dekat dengan toko buku. Iseng-iseng saya main ke toko buku, sementara anak saya ditunggui istri saya. Di toko buku, saya menemukan sebuah buku yang berjudul "Diet Sehat Golongan Darah" karya D’Alamo, yang terdiri dari 4 buah buku, masing-masing untuk goldar A, B, AB dan O. Buku yang menarik, saya belilah buku untuk goldar A dan O. Kenapa ? karena saya percaya goldar saya O dan goldar istri saya A.
Sesampainya di kamar RS, saya berikan buku itu kepada istri saya.
"Siapa yang golongan darah A ?", tanya istri saya.
"Bunda kan yang bergolongan darah A", jawab saya.
"Ah nggak, dari kecil juga, golongan darah bunda O", tegasnya.
"Nggak mungkin, anak-anak kita ada yang bergolongan darah A, mana mungkin kita berdua bergolongan darah O, pasti ada yang bergolongan darah A", ngotot saya.
"Ayah kali golongan darah A", katanya.
Mungkin juga, karena saya memang percaya saja apa yang dikatakan ibu saya bahwa goldar saya O. Akhirnya dari pada bingung siapa yang benar, maka saya putuskan untuk cek goldar. Mumpung masih di RS, tinggal ke lab, lalu minta periksa goldar. Saya yang pertama kali ke lab, setelah diambil darahnya, saya kembali ke kamar, dan menyuruh istri saya untuk periksa darah juga, sekalian mengambil hasil cek darah saya.
Tidak berapa lama kemudian istri saya masuk kamar sambil senyum-senyum. Lalu saya buka amplop hasil tes darah istri saya.
"To kan, golongan darah bunda A, ayah yakin dari dulu juga golongan darah bunda itu A, soalnya golongan darah ayah O", kata saya penuh kemenangan.
Istri saya hanya senyum-senyum aja, lalu saya buka hasil tes goldar saya.
"Lho, kok A juga !", teriak saya nggak percaya.
Istri saya ngakak. Saya sungguh-sungguh tidak percaya kalo goldar saya A. Apalagi menurut buku diet golongan darah itu, orang goldar A pantang makan daging sapi dan daging kambing, hal sebaliknya untuk goldar O. Oh, mana mungkiiiin !!!!! Orang padang gitu loh, indak boleh makan randang. Ala mak, serasa langit-langit RS runtuh. <– norak, terlalu didramatisir.
So, bagaimana dengan anda sudah tahu sesuatu atau baru percaya ?