MANTRA
MANTRA : Resensi Buku
"
Saya harap ini buku terakhir yang ditulis dengan topik ini. Saya
tidak ingin rahasia gelap ini diketahui banyak orang" (Rommy Raffael)
Demikian quot yang ditulis ahli hipnotis yang sering tampil di TV ini
mengenai buku karangan rekan seprofesinya, Dedi Corbuzier. Quot ini
pulalah ini membuat orang banyak ingin membaca buku ini, padahal cukup
banyak orang terkenal yang memberikan quot untuk buku ini.
Buku ini berisi sebagian kecil dari ilmu Dedi Corbuzier. Dalam buku ini
dibahas mengenai seni komunikasi bahasa (languange deception art) dan
seni komunikasi tubuh (body deception art).
Kedua topik tersebut sangat bermanfaat, banyak hal-hal baru yang bisa
kita dapat. Contohnya pada topik seni komunikasi bahasa, DC memberi
contoh bagaimana kita menyampaikan informasi yang ‘menjual’ apabila
orang yang kita berikan informasi tersebut sudah mempunyai informasi
pembanding atau sebaliknya bagaimana kita menyampaikan informasi yang
membuat orang tidak ingin mencari informasi pembanding di tempat lain
dalam hal orang tersebut belum mempunyai informasi pembanding.
Hal menarik lainnya dalam topik seni komunikasi bahasa adalah dimana DC
menyampaikan pengalaman-pengalamannya. Salah satunya adalah bagaimana
dia menolak bujukan orang yang mengajaknya memakai narkoba, secara
elegan, berseni dan mematikan.
Topik kedua, seni komunikasi tubuh, tidak kalah menarik, bahkan jauh
lebih bermanfaat. Dalam topik ini DC mengajarkan kita mengetahui apakah
seseorang itu sedang berbohong atau tidak, hanya dengan melihat
pandangan matanya ketika berbicara. Sungguh dahsyat, mungkin ini salah
satu ‘rahasia gelap’ yang disebut RR.
Pada topik kedua ini, DC juga mengajarkan kita bagaimana kondisi psikis
seseorang, apakah orang itu sedang cemas, marah, jatuh cinta hanya
dengan melihat jari-jari yang dimainkan. Contohnya apabila seseorang
mengetuk-ngetukan jari tengah ke meja menunjukan orang tersebut dalam
kondisi (menahan) marah. Mengetuk-ngetukan jari tengah, juga salah satu
cara untuk meredakan kemarahan itu sendiri.
Akan tetapi, tentu saja apa yang disampaikan DC dalam buku ini bukan
sesuatu yang pasti. DC sendiri menyampaikan hal ini dalam pembukaan
bukunya. Apalagi jika orang yang anda hadapi adalah orang yang sudah
pernah membaca buku ini. Bisa jadi, walaupun dia berbohong, dia bisa
memainkan matanya seolah-olah dia tidak berbohong. Mungkin ini yang
menyebabkan RR sangat khawatir kalo ‘rahasia gelap’ ini lebih banyak
terbongkar.
Walaupun DC seorang yang perfeksionis, bukan berarti karyanya ini tanpa
kekurangan. DC sebenarnya sangat sadar bahwa sebuah buku tidak harus
tebal, namun padat dan berisi. Sayangnya DC tidak menjalani apa yang ia
yakini sendiri. Ia bahkan menambahkan terlalu banyak cerita yang kurang
begitu sejalan dengan tema buku ini. Contohnya pada bagian awal, ia
menyampaikan dongeng mengenai pembagian harta warisan raja. Dongeng ini
pasti sudah sering kita ketahui dari majalah anak-anak, terutama bagi
yang masa anak-anaknya cukup bahagia. Cuma saja DC membuat dongeng ini
dalam versi lengkapnya hingga lebih 20 halaman sendiri. Padahal DC
hanya sekedar ingin menyampaikan bahwa tidak semua sulap yang tampak
sihir sebenarnya mengandung sihir.
Setengah terakhir dari buku ini berisi fiksi, dimana DC bercerita bahwa
ia bertemu seseorang yang memiliki sosok seperti penyihir Merlin. Mulai
dari sinilah, tampak DC memaksakan diri untuk menulis fiksi. Ceritanya
tampak bertele-tele dan banyak dialog yang diulang. Alih-alih membuat
pembacanya penasaran, malah membuat pembacanya bosan.
Penambahan cerita fiksi yang berdurasi hampir setengah dari buku ini
sesungguhnya sudah tidak nyambung dengan tema awal dari buku ini.
Bahkan bagian ini seharusnya menjadi buku sendiri. Dengan demikian,
toko buku pun tidak akan bingung menaruh buku ini, apakah di bagian
fiksi atau non-fiksi.
Sebagai penutup, saya simpulkan buku ini cukup layak dibaca terutama
bagi anda yang tertarik dengan ‘Rahasia Gelap’. Cuma jangan banyak
berharap akan banyak ‘rahasia gelap’ yang diungkap, karena kalo terlalu
banyak ‘rahasia gelap’ yang diungkap, tentu rahasia ini akan menjadi
tidak gelap lagi.