Kenapa anak jadi Durhaka ?
Akhir-akhir banyak sekali kisah anak durhaka. Kisah terakhir, yang membuat anak saya takut adalah kisah “Anak durhaka menjadi Ikan Pari”. Tampak sekali hoaxnya dari kisah ini, soalnya cerita ini, yang saya ketahui terdapat 4 versi yaitu versi Aceh, Kalsel, Sulsel, dan Malaysia. :P.
Pada kesempatan ini saya tidak membahas kisah tersebut, tapi menceritakan kisah jaman Umar bin Khattab yang mengisahkan kenapa anak jadi durhaka. Berikut kisahnya:
Bermula seorang bapak yang lapor ke Amirul Mukminin (AM), Umar bin Khattab, mengenai anaknya yang durhaka. Lalu AM menyuruh sang bapak untuk memanggil anaknya menghadap. Di hadapan sang bapak, AM dan sang anak bertanya jawab.
“Hai anak muda, bapakmu bilang engkau anak durhaka, benarkah demikian ?”
“Ya amirul mukminin, sebelum saya menjawab, bolehkan saya bertanya lebih dahulu ?”
“Boleh, silakan”
“Apakah kewajiban seorang bapak terhadap anaknya ?”
“Kewajiban seorang bapak kepada anaknya ada 3: yaitu memberikan seorang ibu yang shalihah, memberikan nama yang baik dan mengajarkan AlQuran”
“Wahai Amirul Mukminin, ketahuilah ketiganya tidak aku dapat dari bapakku. Ibuku seorang majusi, namaku bermakna buruk, dan aku tidak pernah mendapat pelajaran AL-Quran dari dia”
Lalu Umar bin Khattab berkata kepada sang Bapak:
“Sesungguhnya engkau telah lebih dahulu durhaka terhadap anakmu, sebelum anakmu durhaka terhadapmu”
So, pren. Ternyata anak menjadi durhaka itu “Bukan salah Bunda Mengandung” tapi Bapak lupa pakai sarung .
WAHAI PARA (CALON) AYAH, SADARLAH, SEBELUM TERLAMBAT.