Anak masih lincah kok, disuruh rawat Inap

Ini kisah pengalaman saya yang ketiga. Kejadiannya akhir 2005. Waktu itu anak kedua saya, 3 tahun, batuk dan sedikit demam lima hari berturut-turut. Lalu saya bawa ke DSA. DSA memutuskan rawat inap. Saya tidak mau, soalnya anak saya masih lincah, mau makan dan minum. Kenapa harus rawat inap ? Saya mencoba minta untuk rawat jalan saja, tapi DSA tersebut menolak. Dia bilang, dia tidak berani, soalnya si anak sudah sakit batuk dan demam cukup lama.
Akhirnya saya minta dirujuk RS lain, dimana dia juga praktek. Saya juga bilang bahwa saya masih butuh cari pembantu, soalnya pembantu saya baru saja pulang kampong dan belum kembali. Lalu DSA tersebut menuliskan rujukan. Saya baca rujukan tersebut, berisi berbagai macam infuse, obat dan tes yang harus diberikan kepada anak saya. MENGERIKAN !!!
Saya nggak habis pikir, kenapa anak yang masih lincah begini sudah harus rawat inap. Pengalaman anak saya yang pertama (lihat kisah sebelumnya “Konstipasi kok dikira mencret. Tidak nyambung”), sempat stress (nangis) selama satu jam setelah dipasangi selang infuse. Dan saya yakin itu akan menyebabkan kondisi anak saya semakin memburuk.
Akhirnya saya putuskan untuk mencari second opinion. Kessokan harinya, saya bawa anak saya ke dokter spesialis paru dan asma. Dokter tersebut mendiagnosis anak saya terkena asma, namun dia minta untuk dilakukan roentgen. Untuk sementara dokter tersebut memberikan obat. Salah satunya, Zithromax (antibiotic?) dengan dosis 3ml/hari. Alhamdulillah tidak sampai 2 hari, anak saya sembuh total dari batuknya.
Demikianlah kisah saya yang ketiga. Moralnya adalah SECOND OPINION itu penting.

One Response to “Anak masih lincah kok, disuruh rawat Inap”

  1. Imam Says:

    halo to, ikutan cerita ya..

    anak gw, isha, minggu lalu sakit panas. Dah tiga hari gak turun2, akhirnya dibawa ke dokter anak deket rumah. Kata si dokter, isha sakit biasa, terus dikasih resep obat penurun panas ringan.

    Meski udah dikasih obat, demam isha tetap gak turun-turun, akhirnya dibawalah ke rs bunda . Di sana, setelah tes darah di lab, katanya isha kena penyakit tipus berat. Sama dokter di sana dikasih antibiotik dan vitamin.

    Setelah itu, panas isha akhirnya turun. Lega. Eeee.. beberapa hari kemudian, isha panas lagi. Setiap minum obat, panasnya memang turun, tapi kembali naik lagi. Tadi, isha dibawa lagi ke dokter anak yang deket rumah. Si dokter juga kita kasih hasil tes dari rs seminggu sebelumnya. Menurut si dokter, dia gak percaya sama hasil tes rs bunda yg katanya isha kena sakit tipus. Katanya, dokter di indo sekarang banyak yg ngawur, terlalu gampang ngasih obat keras, demi persaingan (dan juga atas sogokan duit dari perusahaan obat). Jadi sebaiknya hati2 terhadap diagnosa dokter yang seperti itu. Menurutnya, sama seperti pendapatnya minggu lalu, isha sakit demam biasa, dan dia memberi resep obat ringan lagi. Katanya, isha hanya perlu istirahat yang cukup. Ya gimana ya, isha tuh paling susah kalo disuruh istirahat. Tapi alhamdulillah sekarang isha udah gak panas lagi. Mudah2an memang benar bukan sakit yg berat.

    Hmmm… kesimpulan ente bener. SECOND OPINION itu penting.

Leave a Reply